Senin, 14 Maret 2011

penyebab kerusakan komputer dan cara memperbaikinya

kadang kita mengalami masalah-masalah yang tidak kita inginkan pada komputer kita. Di antaranya komputer yang tidak mau hidup, komputer sering hang, atau bahkan ada perangkat-perangkat yang tidak dikenali. Setelah jalan-jalan di Google, dan juga blogwalking ke blog sahabat, saya menemukan tips menghadapi masalah-masalah seperti itu.

Berikut merupakan rangkuman masalah yang sering pengguna komputer hadapi dan bagaimana cara pencegahannya :

1. Komputer Tidak Mau Hidup
Cara Mengatasinya :
- Cek koneksi kabel (dari power outletnya ke tombol power pada PC)
- Cek apakah stabilizer berfungsi atau tidak (jika memakai stabilizer)
- Cek kabel power pada CPU
- Jika masih juga tidak mau hidup permasalahanya mungkin pada power supply atau MB

2. Komputer Mau Hidup Tetapi Tidak Mau Booting
Cara Mengatasinya :
Kenali Terlebih dahulu Bunyi Beep :
Beep 1 kali saja Tanda bahwa kondisi komputer baik
Beep 1 kali, panjang Terdapat problem di memory
Beep 1 kali panjang dan 3 kali pendek Kerusakan di VGA card
Beep 1 kali panjang dan 2 kali pendek Kerusakan di DRAM parity
Beep terus menerus Kerusakan dimodul memory atau memory video
- Cek dengan menggunakan software diganosa seperti sisoft sandra, PC mark04, PC mark05 dll
- jika berdasarkan hasil diagnosa sesuai dengan ciri-ciri bunyi Beep di atas, cek kembali apakah perangkat yang disebutkan di atas itu apakah sudah terpasang dengan benar, atau kalau perlu diganti beli baru saja.

3. Komputer Mau Booting Tetapi Selalu “Safe Mode “ (untuk masuk ke safe mode tekan F8)
Cara Mengatasinya :
- restart kembali komputer anda
- jika masih trouble install ulang windows anda
- jika masih safe mode juga, berarti HD anda bermasalah
- cek dengan : scan disk

4. Komputer Sering Hang
Cara Mengatasinya
- Disebabkan software mengalami crash
- tekan ctrl + alt + del >> klik End task pada program yang “Not Responding”
- tekan tombol restart pada CPU
- Disebabkan hardware mengalami konflik (adanya penambahan hardware baru)
- konflik antar hardware sering terjadi pada sistem operasi windows
- install ulang windows anda, tetapi yang perlu diingat sebelum reinstall windows anda, lepaskan dulu hardware baru anda
- alankan fasilitas “add new“ hardware yang terdapat pada control panel.

5. Keyboard Tidak terditeksi Oleh Komputer
Cara Mengatasinya
- cek apakah keyboard anda sudah terpasang dengan benar
- jika sudah tapi masih juga keyboard tidak terdeteksi maka kemungkinan keyboard anda bermasalah.
- coba ganti keyboard anda, jika sudah diganti tapi juga masih bermasalah maka kemungkinan besar yang rusak adalah di bagian port keyboard di MB anda.
- Jika memang Sudah di Ganti Keyboard Baru tapi tetap tidak terdeteksi Juga Coba Ganti dengan Keyboard USB dan apabila tidak terdeteksi Juga berarti ada yang salah Pada sistem Windows anda

6. Mouse Tidak Dikenali Oleh Komputer (sama denagn kasus keyboard)

7. Pointer Mouse Selalu Meloncat-Loncat (biasanya terjadi pada mouse lama)
Cara Mengatasinya
- mouse kotor segera di Bersihkan (khususnya pada bola mouse)

8. Komputer Sering Crash
Cara Mengatasinya :
- cek semua posisi kabel, hardware, dan juga tegangan pada casing, cek suhu pada CPU dan juga cek RAM, processor dan juga VGA.

9. Bila Produsen MetherBoard(MB) Tidak Diketahui
Cara Mengatasinya :
- buka casing, dan cek CPU anda biasanya sebuah MB memiliki label produsen yang sekaligus berisi spesifikasi tipe Mbnya.
- Lihat pada manual book
- Cari data Mb lewat internet, cocokan ID yang tercetak pada sticker board dengan daftar yang terdapat pada situs www.fcc.gov/oet/fccid, dan cari daftar nomor ID yang dikeluarkan oleh lembaga perijinan untuk perangkat elektonik di Amerika
- Gunakan software analisa, seperti sandra99 dll.

10. Lupa Password BIOS
Cara Mengatasinya :
- Cabut batterey cmos pada cpu
- Atau dengan cara mencoba menebak beberapa password default untuk beberapa produsen bios misalkan AMI dan AWARD (contoh : A.M.I, AMI, AMI_SW, ALLY, 589589 dll)

11. Jam dan setting tanggal BIOS Selalu Berubah-Rubah
Cara Mengatasinya :
- batteray cmos sudah tidak berfungsi (mati), ganti dengan batteray yang baru

12. Menambah Perangkat Hardware Baru, Tp Tidak Terdeteksi Oleh BIOS
Cara Mengatasinya :
- Kemungkinan besar bios anda sudah kuno sehingga tidak dapat mendeteksi hardware yang baru, maka segera update bios anda (bisa download melalui internet, mis : www.windrivers.com)

13. Melacak Kerusakan Card Pada MB
Cara Mengatasinya :
- cobalah dengan mencabut dan menancapkan beberapa card pada MB anda
- jika booting berhasil maka card anda tidak bermasalah begitu juga sebaliknya

14. memasang Processor Baru Tp Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- cek apakah anda sudah memasang processor dengan benar
- cek apakah posisi jumper pada processor sudah benar (tentang jumper pada processor bisa anda periksa pada manual booknya)

15. Crash Setelah Memasang RAM Baru
Cara Mengatasinya :
- kemungkinan RAM yang anda pasang tidak kompatibel dengan komputer anda (cabut RAM tersebut)

16. Menambah RAM Tapi Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- Lakukan pengecekan seperti ketika kasus sebelumnya
- Pastikan slot yan dipakai sesuai, misalnya : SD RAM memiliki slot yang hampir sama dengan RD RAM tetapi RD RAM, tidak bisa terdeteksi meskipun bisa dipasang pada slot jenis SD RAM.

17. Setelah Menambah RAM Proses Komputer Manjadi Semakin Lambat
Cara Mengatasinya :
- perhatikan batas kapasitas RAM anda, misalnya RAM jenis EDO batas maksimalnya adalah 64 MB, maka ketika dipaksakan untuk ditambah maka komputer anda menjadi semakin lambat

18. Virtual Ram
Cara Mengatasinya :
- klik kanan icon My computer, pilih properties, kemudian pilih tab performance dan klik VIRTUAL MEMORY
- pilih item let me specify my own virtual memory setting (pilih HD yang akan digunakan sebagai virtual memory)
19. Monitor Tidak Mau hidup
Cara Mengatasinya :
- pastikan semua kabel power maupun konektor yang berhubungan dengan monitor ok
- pastikan juga pin yang ada pada port VGA masuk dengan sempurna tidak ada yang bengkok apalagi tidak masuk semua/salah satu pin ke port VGA
- pastikan juga VGA card

20. Monitor Menjadi Gelap Saat Loading Windows
Cara Mengatasinya :
- kemungkinan disebabkan karena setup driver untuk monitor tidak tepat (setting frekuensinya terlalu tinggi)
- masuk dulu ke dalam kondisi safe mode (tekan F8)
- install ulang driver VGAnya

21. Tampilan Tiba-Tiba Rusak Dan Komputer Manjadi Hang
Cara Mengatasinya :
- dikarenakan suhu (pada VGA card) sangat panas

22. Ukuran Tampilan monitor Tidak Sesuai Keinginan
Cara Mengatasinya :
- masuk ke display properties (klik kanan sembarang tempat pilih properties)
- Tekan tab setting dan atur ukuran tampilan sesuai dengan keinginan (pada screen area)

23. Monitor Seperti Berkedip Saat Digunakan
Cara Mengatasinya :
- masuk ke display properties (klik kanan sembarang tempat pilih properties)
- Tekan tab setting dan klik advance, kemudian klik adapter, pada bagian ini ditampilkan refresh raet yang diinginkan

24. Sound Card Baru Tidak Terdeteksi
Cara Mengatasinya :
- Crash dengan sound card yang lama
- cek pada manual booknya, apakah soundcard on boardnya perlu dimatikan atau tidak jika hendak menginstall ulang soundcard yang baru (biasanya bisa dimatikan lewat jumper atau bios)

Selasa, 22 Februari 2011

Segitiga Daya

Daya Aktif, Daya Reaktive dan Daya Semu

Telah dipahami dan dianalisa tentang teori daya listrik pada arus bolak-balik, bahwa disipasi daya pada beban reaktif (induktor dan kapasitor) relatif kecil, namun fakta menunjukkan bahwa pada beban reaktif terjadi sentakan arus dan tegangan jatuh pada terminalnya, ini memberi kesan seolah-olah beban reaktif benar-benar mendisipasi daya secara nyata. Fakta ini disebut sebagai Daya Reaktif (Reactive Power) yang dimensi ukurnya dalam satuan VAR (Volt-Amps-Reaktif) bukan dalam satuan Watt.

Simbol matematika untuk daya reaktif disepakati adalah Q dan besar daya sebenarnya yang digunakan atau yang hilang (disipasi daya) dalam rangkaian disebut Daya Aktif (True Power) yang dimensi ukurnya dalam satuan Watt dan disepakati dilambangkan dengan huruf besar P. Kombinasi dari daya reaktif dan daya aktif disebut Daya Semu (Apparent Power) yang merupakan produk dari suatu rangkaian yang memiliki tegangan dan arus tanpa merujuk pada sudut phasa. Dimensi ukur dari daya semu dalam satuan VA (Volt-Amps) dan kesepakatan lambang dengan huruf S.

Sebagai sebuah kaidah, daya aktif merupakan fungsi dari elemen rangkaian disipasi yang umumnya berupa resistansi (R) dan daya reaktif merupakan fungsi dari suatu elemen rangkaian reaktansi (X) dan umumnya dapat berupa induktansi (L) atau capasitansi (C). Daya semu adalah fungsi dari suatu rangkaian impedansi total (Z).
Karena kita berurusan dengan perhitungan besaran skalar dari daya yang kompleks mulai dari besaran seperti tegangan, arus dan impedansi maka harus diwakili oleh magnitudo polar, bukan dengan bilangan riil atau imajiner dari komponen rectangular.

Sebagai contoh, jika saya menghitung daya aktif dari arus dan resistansi, saya harus menggunakan magnitudo polar untuk arus dan bukan hanya bilangan riil atau imajiner saja bagian dari arus dan jika saya menghitung daya semu dari tegangan dan impedansi, kedua besaran komplek tersebut sebelumnya harus diturunkan atau direduksi ke magnitudo polar mereka untuk aritmatika skalar.
Ada beberapa persamaan yang menghubungkan ketiga jenis daya yaitu resistansi, reaktansi dan impedansi yang semuanya menggunakan besaran skalar:




Perlu diketahui bahwa ada dua persamaan untuk perhitungan daya aktif dan daya reaktif dan ada tiga persamaan untuk perhitungan daya semu. Periksa rangkaian berikut dan lihat bagaimana ketiga jenis daya saling berhubungan: sebuah beban resistif murni pada Gbr.1, beban reaktif murni pada Gbr.2 dan beban campuran resistif dan reaktif pada Gbr.3 di bawah ini.






Ketiga jenis daya aktif, reaktif, dan semu berhubungan satu sama lain dalam bentuk trigonometri. Hubungan antara daya tersebut dinamakan Segi Tiga Daya (The Power Triangle) seperti diperlihatkan pada Gbr.4 di atas.

Gunakan hukum rumus trigonometri untuk menghitung panjang dari setiap sisi atau jumlah besaran seluruh daya, jika telah diketahui panjang dua sisi lainnya atau panjang salah satu sisi dengan sudutnya.

Kesimpulan:

Energi yang disipasi atau dihamburkan oleh beban disebut sebagai daya aktif. Daya aktif dilambangkan oleh huruf P dan diukur dalam satuan W (Watt).

Energi hanya terserap dan kembali ke sumbernya karena sifat beban yang reaktif ini maka disebut sebagai daya reaktif. Daya reaktif dilambangkan dengan huruf Q dan diukur dalam satuan VAR (Volt-Amps-reaktif).
Energi total dalam rangkaian arus bolak-balik, baik dihamburkan, diserap ataupun yang kembali disebut sebagai daya semu. Daya semu dilambangkan dengan huruf S dan diukur dalam satuan VA (Volt-Amps).

Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Dalam segi tiga siku-siku, P adalah garis mendatar yang mengapit sudut, Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z).

SEGI TIGA DAYA

Senin, 15 November 2010

AVI+Clamav: Tangkal Puluhan Ribu Serangan

Salah satu kelebihan AVI adalah pada keberadaan pengaya (plugin). Berkat fasilitas ini, kemampuan AVI dapat ditingkatkan dengan mudah. Salah satu pengaya terbaru yang dimiliki AVI adalah Clamsav. Ini adalah pengaya yang mengintegrasikan database Clamav ke dalam database AVI. Dengan begitu, AVI kini dapat menangkal puluhan ribu jenis serangan, baik lokal maupun internasional. Salah satu yang membuat sebuah antivirus hebat dalam mendeteksi virus-virus komputer adalah jumlah definisi ancaman yang dimilikinya. Semakin banyak definisi, semakin baik antivirus tersebut dalam menghadang berbagai macam ancaman yang mencoba masuk ke dalam komputer.

AVI merupakan salah satu antivirus lokal yang memiliki jumlah definisi ancaman yang terbatas. Selama ini, database AVI lebih banyak berisi virus-virus lokal. Keterbatasan ini disebabkan karena jumlah virus baru yang dilaporkan pengguna AVI hanya berkisar dari Indonesia saja. Inilah mengapa banyak orang menganggap antivirus lokal hanya ampuh untuk mengatasi virus lokal saja.

Begitu pula sebaliknya, antivirus luar hanya ampuh mengatasi virus luar saja. Berdasarkan fakta tersebut, banyak orang yang akhirnya memasang dua antivirus sekaligus: satu antivirus lokal, satu lagi antivirus luar.

Namun AVI memiliki solusi cerdas untuk mengatasi hal tersebut. Kini AVI memiliki pengaya (plugin) baru yang mengintegrasikan AVI dengan engine antivirus Clamav. Apa itu Clamav? Clamav adalah antivirus yang dikembangkan oleh pengembang dari komunitas open source http://www.clamav.net berlisensi GPL (General Public License). Anda bisa bisa mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai Clamav pada situs resminya . Saat ini jumlah definisi ancaman yang dapat dikenali Clamav kurang lebih 49 ribu ancaman yang kebanyakan didominasi oleh virus-virus luar. Nah, dengan menggabungkan database asli AVI dan Clamav, AVI kini mampu mengenali kurang lebih 50 ribu ancaman!

Cara Penggunaan Plugin Clamsav

Untuk memanfaatkan pengaya Clamav, ekstraklah file “plugin-clamsav-0.4-avi.zip” ke dalam direktori “plugins” yang dapat Anda temukan pada lokasi di mana AVI terpasang. Misalnya Anda memasang AVI pada direktori “C:\Program Files\AVI” maka ekstraklah ke “C:\Program Files\AVI\plugins”.

File pengaya Clamav ini sendiri bisa Anda dapatkan di sini. Pastikan pengaya sudah berhasil diintegrasikan. Caranya dengan menjalankan AVI, lalu lihat bagian “Plugins”. Apabila Anda melihat ada pengaya baru dengan lambang berbentuk kerang, berarti pengaya Clamav telah berhasil diintegrasikan dengan AVI. Untuk meyakinkan apakah pengaya Clamsav sudah dapat bekerja dengan baik, coba klik ganda pada ikon berbentuk kerang tersebut. Nanti akan muncul jendela berisi informasi mengenai versi pengaya, versi definisi ancaman, jumlah ancaman, dan info kapan terakhir definisi diperbaharui.



Untuk mengetahui apakah jumlah definisi ancaman yang dapat dikenali oleh AVI telah bertambah, Anda bisa melihatnya pada bagian “Signature”. Ketika kami menggunakan definisi per 13 Agustus 2009, jumlah definisi mencapai 64 ribu buah lebih. Setelah pengaya berhasil terpasang, secara otomatis AVI akan mampu mendeteksi virus-virus mancanegara atau virus yang belum dikenali oleh AVI menggunakan engine Clamav. Ancaman yang berhasil dideteksi oleh Clamsav memiliki tanda pada bagian kolom informasi seperti bisa Anda lihat pada gambar di bawah. Anda tetap bisa menonaktifkan pengaya Clamsav agar tidak ikut melakukan scanning dengan cara menghilangkan tanda cek pada jendela Clamsav bagian “Setting” > “Aktifkan plugin”.





Memperbaharui definisi ancaman Clamav

Anda dapat memperbaharui definisi ancaman Clamav dengan cara mengunduh file “daily.cvd” dan “main.cvd” dari situs Clamav. Letakkan ke dua file tersebut pada direktori dimana pengaya Clamsav diletakkan. Perlu diketahui bahwa file “daily.cvd” selalu diperbaharui setiap harinya.

Apabila Anda mengalami kesulitan jangan sungkan untuk melayangkan pertanyaan ke developer.avi@gmail.com Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya .

AVI Beta 3: Hemat Bandwith dengan Workstation Update

Krisis finansial global yang terjadi saat ini tak pelak akan berdampak juga ke negara kita. Mau tidak mau, kita harus pintar-pintar menyiasati kenyataan ini, salah satunya adalah melakukan penghematan dengan meminimalisir anggaran belanja dan pengeluaran. Yang tadinya kita sering menyalakan banyak lampu, mulailah dengan menguranginya. Jika sebelumnya sering naik motor hanya untuk pergi ke rumah tetangga, mulailah dengan berjalan kaki. Penghematan pun bisa kita lakukan pada penggunaan bandwidth, apalagi kita ketahui bandwidth di Indonesia masih sangat mahal.

Dalam menghadapi situasi saat ini kami mencoba memberikan terobosan baru pada AVI dan merupakan teknologi yang pertama kali diaplikasikan oleh anti virus lokal saat ini. Kini AVI bisa melakukan update melalui server lokal (workstation update) sehingga setiap komputer pada jaringan yang terhubung dengan server lokal bisa melakukan update tanpa perlu terhubung langsung dengan internet. Ini akan membuat penggunaan bandwidth dapat diminimalisir, utamanya pada sebuah jaringan yang memiliki banyak komputer klien seperti pada warnet dan perkantoran.

Konsep Kerja Workstation Update

Cara kerja workstation update cukup sederhana. Dalam sebuah jaringan harus ada 1 komputer yang berlaku sebagai server dan harus terhubung dengan internet. Ketika terdapat update terbaru, maka server inilah yang akan mengunduh dan menyimpannya. Setelah itu server akan memberikan notifikasi kepada setiap klien yang terhubung agar segera melakukan update, lalu setiap klien akan melakukan update dengan mengunduh data yang ada di server.

Perbandingan

Berapa banyakkah bandwidth yang dapat dihemat dengan menggunakan metode ini? Mari kita kalkulasikan. Misalnya di dalam sebuah kantor terdapat 30 komputer klien yang terhubung dengan internet dan masing-masing terpasang AVI. Jika setiap hari AVI melakukan update file berukuran 100KB, apabila seluruh komputer tersebut melakukan update melalui internet maka butuh (30x100KB) 3000KB. Itu baru satu hari. Jika dikalikan dengan satu bulan, maka dibutuhkan bandwidth sekitar 107MB. Bandingkan dengan menggunakan metode workstation update. Karena cuma butuh bandwidth 100KB per hari, maka dalam satu bulan hanya butuh 2,5MB. Dengan begitu kita telah menghemat bandwidth sampai 105MB per bulannya!

Implementasi

Agar dapat menggunakan fitur workstation update maka ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan:

1. Instal AVI workstation update server

AVI workstation update server—agar lebih mudah selanjutnnya kita sebut Auserv saja—adalah berupa program aplikasi yang nantinya harus dijalankan pada server lokal. Auserv dibuat menggunakan Java sehingga dapat dijalankan pada berbagai macam sistem operasi seperti Windows, Linux, dan Macintosh. Dengan syarat harus sudah terpasang JRE (Java Runtime Environment). Langkah pertama sebelum menjalankan Auserv adalah memastikan apakah sistem operasi Anda sudah terpasang JRE. Buka konsol (pada Windows bisa dengan cara Start Menu>Run lalu ketik cmd) pada jendela konsol ketikkan : java -version Tekan enter, apabila muncul text kira-kira seperti berikut : java version "1.6.0_07" Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_07-b06) Java HotSpot(TM) Client VM (build 10.0-b23, mixed mode, sharing) Berarti JRE sudah terpasang, tetapi apabila tidak muncul seperti di atas berarti Anda perlu menginstal terlebih dahulu. Untuk menginstalnya secara manual Anda harus mengunduh terlebih dahulu paketan JRE yang bisa Anda dapatkan dari http://www.java.com/en/download/manual.jsp atau Anda bisa dapatkan JRE di DVD InfoKomputer bulan ini.

2. Menjalankan Auserv

Extrak file avi_workstation_update_server.zip ke tempat yang anda inginkan. Kami sarankan untuk menempatkan file hasil ekstraksi pada media penyimpanan yang masih memiliki spasi bebas besar, karena Auserv akan menyimpan setiap informasi update ke dalam media penyimpanannya. Setelah itu Anda bisa langsung menjalankannya. Apabila Anda menggunakan sistem operasi Windows, Auserv bisa langsung dijalankan dengan cara klik ganda pada file auserv.jar, atau bisa juga dengan cara menjalankan lewat konsol, dengan cara mengetikkan perintah: java -jar auserv.jar Pada sistem operasi Linux, apabila Anda menginginkan agar Auserv berjalan di belakang layar (background) tambahkanlah tanda & pada akhir perintah, contoh: java -jar auserv.jar &

3. Konfigurasi

Setelah Anda berhasil menjalankan Auserv maka akan muncul jendela baru, klik Pengaturan. Pada jendela Pengaturan isilah bagian Server dengan update.ansav.com, setelah itu cobalah untuk memeriksa koneksi dengan mengklik tombol Test Connection. Selanjutnya pada bagian Port isi nomor port yang ingin Anda gunakan, nilai defaultnya adalah 2194. Pada bagian Clear log in isi dengan maksimal baris yang akan ditulis pada jendela log, nilai defaultnya adalah 3000. Pada bagian Save log to bisa Anda lewati, namun apabila Anda mengaktifkannya maka setiap kejadian yang tertulis pada bagian log akan disimpan sebagai berkas. Pada bagian Password isi dengan kata sandi unik (defaultnya adalah admin). Password ini diperlukan hanya apabila Anda ingin mematikan proses Auserv secara remot menggunakan telnet (tentang pengoperasian Auserv secara remot mungkin akan dibahas pada lain kesempatan). Terakhir pada bagian MAX Clients, isi dengan angka berapa batas jumlah koneksi maksimal yang akan diterima pada satu waktu(defaultnya 30). Klik Simpan untuk menyimpan perubahan yang telah Anda buat. Kemudian klik tombol Aktifkan untuk memulai layanannya.

Pengaturan pada Sisi Klien

Setelah konfigurasi pada server selesai, kini giliran pada sisi klien. Jalankan AVI versi terbaru (saat ini BETA 3 atau v2.0.9), pilih tab Settings (Setelan dalam bahasa Indonesia), lalu pilih konfigurasi pada bagian Update. Kemudian pada bagian Update settings terdapat dua pilihan metode update yaitu Update directly via main server dan Update via workstation; pilih Update via workstation. Selanjutnya pada bagian Update workstation settings, isi Server address dengan nama host atau alamat IP server tempat Auserv tadi dipasang, jangan lupa isi pula bagian Port sama dengan nomor port yang telah anda konfigurasikan pada Auserv. Terakhir klik Check server untuk memastikan apakah konfigurasi yang telah kita buat sudah benar, apabila semuanya berhasil maka akan ditampilkan informasi server, mirip seperti berikut :

Server information : AVI update workstation server 0.0.1 running on : Linux 2.6.24-16-generic i686

Contoh informasi tersebut didapat dari server dengan sistem operasi Linux Ubuntu. Sampai di sini berarti semuanya telah berjalan dengan sukses.

W32/Moonlight.L: Cahaya Bulan Berbahaya

Meski tergolong veteran, worm satu ini tetap eksis berkat munculnya berbagai varian. Tidak ingin terkena cahayanya yang membahayakan? Hati-hati dan pasang AVI.

"Moonlight", begitu program jahat berjenis worm ini menamai dirinya. Worm lokal ini sebenarnya sudah ada sejak jamannya W32/Brontok atau W32/Rontokbro, tetapi masih tetap eksis sampai sekarang. Ini karena variannya yang terus bermunculan hingga sekarang, bahkan masih banyak laporan dari pengguna AVI yang komputernya terinfeksi oleh worm ini. Karena itu, saya pun tertarik untuk membahas Moonlight kali ini.

Karakteristik

W32/Moonlight dibuat menggunakan compiler andalan vxer (sebutan bagi pembuat program jahat) lokal yakni VB6 (Visual Basic 6) dan dimampatkan menggunakan program PE packer FSG. Ukuran aslinya sebesar 324 KB, lalu setelah dimampatkan menjadi 144 KB. Identitasnya sendiri menggunakan icon folder Windows XP standar.


Aksi (Payload)
Ketika pertama kali berjalan, W32/Moonlight.L akan membuat file “systear.dll” pada direktori system, contoh: “C:\WINDOWS\system32\systear.dll”. File ini merupakan file inisialisasi agar worm dapat mengenali dirinya dan sebagai penanda posisi di mana worm telah disebarkan. Setelah itu, Moonlight membuat file penunjang berbentuk dynamic link library (DLL) “moonlight.dll” pada direktori Windows (contoh: “C:\WINDOWS\moonlight.dll”) dan mengekstraksi file musik berformat MIDI “onceinabluemoon.mid” ke direktori Windows. Setelah itu, worm ini membuat direktori dengan nama acak pada subdirektori Windows dan System dengan format “C:\WINDOWS\[acak]”. Maksud “[acak]” disini berisi nama acak misalnya:
“C:\WINDOWS\FLR1S4G”
“C:\WINDOWS\system32\LDF6I7R”
Penggunaan nama acak tersebut kemungkinan dimaksudkan untuk mempersulit proses investigasi dan pembersihan.
Kemudian worm akan menggandakan dirinya pada tempat-tempat berikut:
* C:\WINDOWS\[acak]\service.exe
* C:\WINDOWS\[acak]\smss.exe
* C:\WINDOWS\[acak]\system.exe
* C:\WINDOWS\[acak]\winlogon.exe
* C:\WINDOWS\lsass.exe
* C:\WINDOWS\system32\[acak]\[acak].cmd
* C:\WINDOWS\[acak].exe
* C:\WINDOWS\system32\[acak].exe
* C:\WINDOWS\[acak]\[acak].com

W32/Moonlight.L sengaja menggandakan dirinya dengan nama-nama mirip servis bawaan Windows seperti “smss.exe”, “service.exe” dengan maksud agar prosesnya tidak mudah dihentikan menggunakan Task manager bawaan Windows. Perlu diketahui, Task manager akan menolak menghentikan proses dengan nama meliputi: “service.exe”, “smss.exe”,”system.exe”,”winlogon.exe”, dan “lsass.exe”.

Karena worm dibuat menggunakan VB6, dan karena setiap aplikasi VB6 membutuhkan runtime yang bernama “msvbvm60.dll”, worm ini melakukan strategi cerdik agar file runtime tersebut tidak dihapus atau terhapus (yang membuat worm tidak bisa berjalan). Caranya, dengan membuat backup file runtime tersebut ke “C:\WINDOWS\system\msvbvm60.dll”.
Hal lain yang dilakukan Moontime adalah membuat file bernama “MooNlight.txt” pada direktori Windows (contoh: “C:\Windows\MooNlight.txt”). File ini berisi pesan dari pembuatnya yang mengaku bernama nick “Lunalight” alias “Moonlight”:


Penyebaran

Cara penyebaran W32/Moonlight.L sangat mirip dengan worm legendaris W32/Brontok alias W32/Rontokbro, yaitu dengan menggandakan dirinya ke setiap direktori dengan nama sama dengan direktori induknya.

Pembersihan dan pencegahan

Untuk membersihkannya cukup mudah, yang perlu Anda lakukan hanyalah menjalankan AVI (Antivirus Info Komputer). Jalankan, dan lakukan pemeriksaan ke setiap lokasi dan media penyimpanan yang terhubung pada komputer Anda. Perlu diingat, jangan lakukan aktifitas apapun selama proses pemeriksaan. Sebagai upaya pencegahan kami sarankan Anda untuk memasang AVI sebagai guard untuk menghindari komputer Anda terinfeksi kembali oleh worm ini.


Changelog AVI 2.0.4.9:
* Perbaikan bug buffer overflow yang menyebabkan AVI crash ketika melakukan update online.
* Perbaikan bug compatibility dengan Windows Vista/7.
* Perbaikan bug access violation yang menyebabkan AVI crash ketika sedang melakukan scanning.
* Perbaikan salah deteksi pada beberapa file sistem Windows 7.

Sabtu, 23 Oktober 2010

Circuit Breaker - Sakelar Pemutus Tenaga/PMT-bagian I

Pengertian CB atau PMT

Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.



Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu PMT agar dapat melakukan hal-hal diatas, adalah sebagai berikut:

1. Mampu menyalurkan arus maksimum sistem secara terus-menerus.
2. Mampu memutuskan dan menutup jaringan dalam keadaan berbeban maupun terhubung
singkat tanpa menimbulkan kerusakan pada pemutus tenaga itu sendiri.
3. Dapat memutuskan arus hubung singkat dengan kecepatan tinggi agar arus hubung singkat tidak sampai merusak peralatan sistem, membuat sistem kehilangan kestabilan, dan merusak pemutus tenaga itu sendiri.

Setiap PMT dirancang sesuai dengan tugas yang akan dipikulnya, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam rancangan suatu PMT, yaitu:
1. Tegangan efektif tertinggi dan frekuensi daya jaringan dimana pemutus daya itu akan dipasang. Nilainya tergantung pada jenis pentanahan titik netral sistem.
2. Arus maksimum kontinyu yang akan dialirkan melalui pemutus daya. Nilai arus ini tergantung pada arus maksimum sumber daya atau arus nominal beban dimana pemutus daya tersebut terpasang
3. Arus hubung singkat maksimum yang akan diputuskan pemutus daya tersebut.
4. Lamanya maksimum arus hubung singkat yang boleh berlangsung. hal ini berhubungan dengan waktu pembukaan kontak yang dibutuhkan.
5. Jarak bebas antara bagian yang bertegangan tinggi dengan objek lain disekitarnya.
6. Jarak rambat arus bocor pada isolatornya.
7. Kekuatan dielektrik media isolator sela kontak.
8. Iklim dan ketinggian lokasi penempatan pemutus daya.

Tegangan pengenal PMT dirancang untuk lokasi yang ketinggiannya maksimum 1000 meter diatas permukaan laut. Jika PMT dipasang pada lokasi yang ketinggiannya lebih dari 1000 meter, maka tegangan operasi maksimum dari PMT tersebut harus dikoreksi dengan faktor yang diberikan pada tabel 1.



Tabel 1. Faktor Koreksi antara Tegangan vs Lokasi


Proses Terjadinya Busur Api

Pada waktu pemutusan atau penghubungan suatu rangkaian sistem tenaga listrik maka pada PMT akan terjadi busur api, hal tersebut terjadi karena pada saat kontak PMT dipisahkan , beda potensial diantara kontak akan menimbulkan medan elektrik diantara kontak tersebut, seperti ditunjukkan pada gambar 1.




Gambar 3.1 Pembentukan Busur Api

Arus yang sebelumnya mengalir pada kontak akan memanaskan kontak dan menghasilkan emisi thermis pada permukaan kontak. Sedangkan medan elektrik menimbulkan emisi medan tinggi pada kontak katoda (K). Kedua emisi ini menghasilkan elektron bebas yang sangat banyak dan bergerak menuju kontak anoda (A). Elektron-elektron ini membentur molekul netral media isolasi dikawasan positif, benturan-benturan ini akan menimbulkan proses ionisasi. Dengan demikian, jumlah elektron bebas yang menuju anoda akan semakin bertambah dan muncul ion positif hasil ionisasi yang bergerak menuju katoda, perpindahan elektron bebas ke anoda menimbulkan arus dan memanaskan kontak anoda.

Ion positif yang tiba di kontak katoda akan menimbulkan dua efek yang berbeda. Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya tinggi, misalnya tungsten atau karbon, maka ion positif akan akan menimbulkan pemanasan di katoda. Akibatnya, emisi thermis semakin meningkat. Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya rendah, misal tembaga, ion positif akan menimbulkan emisi medan tinggi. Hasil emisi thermis ini dan emisi medan tinggi akan melanggengkan proses ionisasi, sehingga perpindahan muatan antar kontak terus berlangsung dan inilah yang disebut busur api.

Untuk memadamkan busur api tersebut perlu dilakukan usaha-usaha yang dapat menimbulkan proses deionisasi, antara lain dengan cara sebagai berikut:
1. Meniupkan udara ke sela kontak, sehingga partikel-partikel hasil ionisai dijauhkan dari sela kontak.
2. Menyemburkan minyak isolasi kebusur api untuk memberi peluang yang lebih besar bagi proses rekombinasi.
3. Memotong busur api dengan tabir isolasi atau tabir logam, sehingga memberi peluang yang lebih besar bagi proses rekombinasi.
4. Membuat medium pemisah kontak dari gas elektronegatif, sehingga elektron-elektron bebas tertangkap oleh molekul netral gas tersebut.

Jika pengurangan partikel bermuatan karena proses deionisasi lebih banyak daripada penambahan muatan karena proses ionisasi, maka busur api akan padam. Ketika busur api padam, di sela kontak akan tetap ada terpaan medan elektrik. Jika suatu saat terjadi terpaan medan elektrik yang lebih besar daripada kekuatan dielektrik media isolasi kontak, maka busur api akan terjadi lagi.